(suara hati seorang sahabat/Aktivis dalam kesendirian serta kerinduan perjuangan bersama)
Innnalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiuun inilah ungkapan yang pantas untuk mengenang para Aktivis Pohuwato hari ini, hal ini di sebabkan oleh tak ada lagi kalangan intelektual yang berani lagi mengkritisi kebijakan yang justru menambah kesengsaraan Masyarakat pada umumnya, kalangan kaum terpelajar yang selama ini berani bersuara lantang menyuarakan Aspirasi rakyat menyikapi kebijakan-kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat, namun sayang seribu sayang hari ini sebahagian besar Aktivis Pohuwato telah mempertaruhkan Idealismenya untuk dapat terjun kedunia birokrasi, hilanglah sudah harapan rakyat hari ini Aktivis yang selama ini merupakan tempat sandaran serta pengaduan dan juga menjadi harapan satu-satunya disaat banyak kebijakan yang kini di buat tidak memihak kepada Rakyat kecil kini telah memilih jalan demi menyelamatkan nasib masing-masing, kemana nantinya rakyat akan mengadu disaat himpitan hidup semakin sulit, kepada siapa mereka berharap disaat solusi yang di sajikan malah lebih memperkeruh air kehidupan, hilang sudah harapan, lenyap sudah asa yang tertanam di dihati, rakyat semakin miris nasibnya melihat para Aktivis ramai-ramai meninggalkan mereka dipersimpangan jalan kehidupan.Aktivis yang bagaikan malaikat ditengah melaratnya kehidupan tak dapat mempertahankan Idealismenya dalam membela Rakyat. Aktivis laksana Ratu adil bagi Rakyat kecil yang menjadi harapan mereka dalam memperbaiki roda kehidupan, namun sekarang itu semua hanya tinggallah mimpi di siang hari yang takkan pernah terwujud karena para aktivis itu kini telah putar kemudi berubah haluannya. Walaupun memang tak ada larangan buat para aktivis untuk mencari kehidupan yang lebih layak, namun harapan Rakyat kepada para Aktivis saat ini adalah bagaimana walaupun mereka telah berubah haluan mereka tetap masih bisa memperjuangkan aspirasi, maupun memperhatikan Rakyat kecil itu. Tapi itu semua laksana mengharapkan salju ditengah padang pasir, hal ini dikarenakan banyak Aktivis yang sudah masuk dalam system tersebut bukannya membantu memberikan solusi tapi malah justru membuat persoalan lebih tambah runyam lagi. Karena para Aktivis itu lebih paham bagaimana kondisi realnya Masyarakat kita makanya gampang saja memutar balikkan keadaan.
Banyak para Aktivis yang katanya siap mempertaruhkan jabatan maupun status barunya demi kemaslahatan Rakyat namun kenyataan yang terjadi justru jauh panggang dari api. Mereka yang dulu menggembar gemborkan siap melemparkan Pin PNS kedepan para pejabat pembuat kebijakan yang mencekik hidupnya Rakyat, namun apa yang terjadi hari ini banyak justru sudah mereka yang menjadi underbownya pejabat-pejabat itu, sehingga hidup Rakyat Kecil semakin dekil, kemelaratan rakyat makin menjerat Rakyat itu hingga sekarat. Aktivis yang diagung-agungkan laksana malaikat penyelamat justru terbalik menjadi Iblis yang siap memangsa dan mengerat kehidupan Rakyat. Kemana lagi Rakyat mengadu, kepada siapa mereka berharap, tempat sandarannya kini telah pergi meninggalkannya. Sungguh sangat memprihatinkan Nasib Rakyat hari ini. Kehidupan didunia ini makin lama terasa makin sulit bahkan terasa hidup dineraka saja.
Semoga dengan tulisan singkat ini kita mampu menginstropeksi diri merenungi hakekat diri kita sebenarnya. Semoga setelah para Aktivis ada dalam sistem itu mampu memberikan Angin segar bagi Rakyat kecil bukan justru jadi Topan badai, semoga Idealisme yang selama ini kita usung serta kita perjuangkan bersama tidak tertinggal di depan pintu pagar Kantor-kanto kita, semoga kursi-kursi empuk tak melenakan kita dari memikirkan nasib Rakyat kecil seperti kita dulu masih dalam satu barisan yang sama dalam mengkritisi kebijakan yang tak memihak kepada Rakyat, mudah-mudahan suara lantang teman-teman sekalian tetap menggelegar menghujam kedalam jantung kebijakan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Ingatlah wahai sahabat bahwa harapan Rakyat negeri ini hanyalah ada ditangan para Aktivis yang masih murni dalam mengusung Idealismenya demi kemaslahatan Masyarakat. Saya adalah teman anda seorang sisa Aktivis yang tetap akan tetap bersuara lantang bahkan bisa jadi meneriaki anda juga.
Saya akan tetap mempertahankan Idealisme yang selama ini kita usung bersama sebagai tameng utama dalam menerjangi kebijakan yang melenceng dari alur kepentingan rakyat kecil, ingat wahai kawan kalimatnya Soekarno masih terus terngiang dalam telinga saya bahawa dunia ini hanya akan mampu diguncang oleh sepuluh pemuda saja. Walaupun kawan-kawan telah meninggalkan kami dalam kesendirian kami akan tetap membuktikan bahwa kamilah yang akan mengguncang dunia itu.
Banyak para Aktivis yang katanya siap mempertaruhkan jabatan maupun status barunya demi kemaslahatan Rakyat namun kenyataan yang terjadi justru jauh panggang dari api. Mereka yang dulu menggembar gemborkan siap melemparkan Pin PNS kedepan para pejabat pembuat kebijakan yang mencekik hidupnya Rakyat, namun apa yang terjadi hari ini banyak justru sudah mereka yang menjadi underbownya pejabat-pejabat itu, sehingga hidup Rakyat Kecil semakin dekil, kemelaratan rakyat makin menjerat Rakyat itu hingga sekarat. Aktivis yang diagung-agungkan laksana malaikat penyelamat justru terbalik menjadi Iblis yang siap memangsa dan mengerat kehidupan Rakyat. Kemana lagi Rakyat mengadu, kepada siapa mereka berharap, tempat sandarannya kini telah pergi meninggalkannya. Sungguh sangat memprihatinkan Nasib Rakyat hari ini. Kehidupan didunia ini makin lama terasa makin sulit bahkan terasa hidup dineraka saja.
Semoga dengan tulisan singkat ini kita mampu menginstropeksi diri merenungi hakekat diri kita sebenarnya. Semoga setelah para Aktivis ada dalam sistem itu mampu memberikan Angin segar bagi Rakyat kecil bukan justru jadi Topan badai, semoga Idealisme yang selama ini kita usung serta kita perjuangkan bersama tidak tertinggal di depan pintu pagar Kantor-kanto kita, semoga kursi-kursi empuk tak melenakan kita dari memikirkan nasib Rakyat kecil seperti kita dulu masih dalam satu barisan yang sama dalam mengkritisi kebijakan yang tak memihak kepada Rakyat, mudah-mudahan suara lantang teman-teman sekalian tetap menggelegar menghujam kedalam jantung kebijakan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu. Ingatlah wahai sahabat bahwa harapan Rakyat negeri ini hanyalah ada ditangan para Aktivis yang masih murni dalam mengusung Idealismenya demi kemaslahatan Masyarakat. Saya adalah teman anda seorang sisa Aktivis yang tetap akan tetap bersuara lantang bahkan bisa jadi meneriaki anda juga.
Saya akan tetap mempertahankan Idealisme yang selama ini kita usung bersama sebagai tameng utama dalam menerjangi kebijakan yang melenceng dari alur kepentingan rakyat kecil, ingat wahai kawan kalimatnya Soekarno masih terus terngiang dalam telinga saya bahawa dunia ini hanya akan mampu diguncang oleh sepuluh pemuda saja. Walaupun kawan-kawan telah meninggalkan kami dalam kesendirian kami akan tetap membuktikan bahwa kamilah yang akan mengguncang dunia itu.
0 komentar:
Posting Komentar