Tulisan ini merupakan sebuah terjemahan hati dan catatan acak serta bersifat 'bukan menggurui' kisanak, seluruh pimpinan organisasi dan satuan kerja. Kemarin, tanggal 6 November, aku pernah menuliskan sebuah status di facebook "Aku mengabdi untuk Bangsa dan Negara... Bukan Untuk BOSS...!!!!!". Kemudian ada salah satu komennya : "Saya rasa 75 persen untuk bangsa dan negara & 25 persen untuk boss. Yang nilai kita itu boss untuk pengembangan karir, bukan negara". Mmmmmhhhhhh......
Isi dan maksud Status facebookku bersifat luas. Tidak seperti makna keseluruhan komen pada status itu. Terjemahannya aku tuliskan apa adanya disini, walau pengembangannya masih kurang, dan masih bersifat luas bahkan dinilai 'ngga nyambung'. Mohon Maaf, Tulisan ini bukan hujatan, bukan tutorial, bukan teror dan sifatnya bukan menggurui. Tulisan ini hanya opini murahanku, Karena setiap pemimpin pasti tahu akan hal ini. Entah itu pimpinan organisasi, LSM, Lembaga Pendidikan, bahkan Satuan Kerja.
Masalah internal dalam sebuah Organisasi merupakan fenomena yang benar – benar HARUS DIPERHATIKAN oleh para Pemimpin dalam sebuah organisasi mana pun termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah. Mengapa demikian? dan Seberapa jauh pengaruhnya terhadap organisasi yang Anda pimpin? Aku bertanya karena terkadang para pemimpin lupa akan hal ini, atau bahkan pura - pura lupa dan tidak tahu.
Berikut analogi "problem internal" di dunia sehari – hari yang aku ibaratkan seperti Penyakit Maag (Nyeri Lambung). Pasti Anda pernah mengalami nyeri lambung karena jadwal makan yang rutin semrawut atau lambungnya memang agak sensitif. Tahapan – tahapan terjadinya sakit maag menurut "analisa tanpa penelitian" kira - kira sebagai berikut :
Lalu apa kaitannya sakit maag di atas dengan masalah internal organisasi...? Berikut translate 6 langkah sakit maag diatas yang menggambarkan satu problem internal dalam sebuah organisasi :
Lalu apa yang harus kita lakukan? Bukankah kata dokter "Mencegah lebih baik daripada Mengobati...?". Jadi mulailah mengidentifikasi masalah internal organisasi anda sebelum semuanya terlambat. MOHON MAAF yang sebesar – besarnya buat para pemimpin negeri ini, terutama yang ada di Kabupaten Pohuwato. Bukan bermaksud untuk mendikte, tapi saling mengingatkan adalah yang terbaik, sekalipun saran itu hanya dari BAWAHAN (kolotidi) seperti kami. Karena bawahan bukan sekedar sapi perah yang dipakai untuk memuluskan setiap niat dan rencana Anda. Tapi lebih dari itu, MITRA KERJA yang akan selalu menyukseskan setiap program kerja Anda.
Masalah internal dalam sebuah Organisasi merupakan fenomena yang benar – benar HARUS DIPERHATIKAN oleh para Pemimpin dalam sebuah organisasi mana pun termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah. Mengapa demikian? dan Seberapa jauh pengaruhnya terhadap organisasi yang Anda pimpin? Aku bertanya karena terkadang para pemimpin lupa akan hal ini, atau bahkan pura - pura lupa dan tidak tahu.
Berikut analogi "problem internal" di dunia sehari – hari yang aku ibaratkan seperti Penyakit Maag (Nyeri Lambung). Pasti Anda pernah mengalami nyeri lambung karena jadwal makan yang rutin semrawut atau lambungnya memang agak sensitif. Tahapan – tahapan terjadinya sakit maag menurut "analisa tanpa penelitian" kira - kira sebagai berikut :
- Perut terasa LAPAR.
- Perut terasa semakin LAPAR.
- Di tengah – tengah badai kelaparan, tiba – tiba rasa lapar mereda perlahan-lahan. Menurut Ilmu kedokteran sih hal ini terjadi karena asam lambung mengambil lemak dalam tubuh untuk dibakar. (Butul so..??)
- Tidak lama kemudian, mulailah rasa perih menyerang secara perlahan menggantikan serangan rasa lapar yang dirasakan sebelumnya.
- Perlahan tapi pasti, rasa perih terasa semakin kuat. Dan tahap inilah yang disebut sakit maag (nyeri lambung).
- Yang anda butuhkan ditahap ini hanya satu diantara tiga pilihan, yakni obat, makanan dan dokter untuk menetralisir sakit maag anda. Tapi....
- Jika masih tidak diobati, maka resiko kematian berada di depan mata.
- Jika seandainya diobati dan sembuh pun, sakit maag lebih mudah menyerang orang-orang yang pernah mengalaminya.
Lalu apa kaitannya sakit maag di atas dengan masalah internal organisasi...? Berikut translate 6 langkah sakit maag diatas yang menggambarkan satu problem internal dalam sebuah organisasi :
- Rasa LAPAR menggambarkan bahwa setiap kolotidi (baca: pengikut / bawahan dari seorang Pemimpin) pasti "lapar", butuh dan sangat mengharapkan "makanan" (perhatian atau dukungan) dari Pemimpin organisasi. MAKANAN tersebut bisa berupa : obrolan santai, misal : pujian, bertanya kondisi kesehatan, bercanda di sela-sela aktifitas, rekreasi, brifing dan lain sebagainya).
- Rasa terasa semakin LAPAR = Pemimpin jarang memberikan "makanan secukupnya (seperti yang aku sebutkan pada point 1 diatas)", sehingga secara alamiah kolotidi ini akan semakin membutuhkan / mengharapkan perhatian anda sebagai Pemimpin mereka.
- Rasa lapar mereda = Harapan akan perhatian dari Pemimpin perlahan mereda. Lalu timbul benih – benih kekecewaan di hati mereka.
- Rasa perih = Kekecewaan akan bertumbuh menjadi besar dan menumpuk sehingga akibatnya timbul rasa frustasi dari Kolotidi. Tahap ini biasanya terjadi dalam waktu yang cukup lama.
- Perlahan tapi pasti, rasa kekecewaan tersebut berubah menjadi sakit hati. Tahap ini adalah awal dari Problem Internal Organisasi.
- Obat, makanan atau dokter, yang Kolotidi perlukan adalah kesediaan Pemimpin untuk kembali memberikan "makanan secukupnya (seperti yang di sebutkan pada no 1)".
FENOMENA DILAPANGAN :
Hanya Pemimpin sejati yang dapat melakukan hal ini. Karena mereka tidak mementingkan gengsi kepemimpinan. Tetapi sayangnya jumlah Pemimpin sejati tidaklah sebanyak Pimpinan yang ada sekarang ini. - Jika seorang Pemimpin masih saja cuek atau memang tidak mengetahui masalah internal organisasinya (bersikap masa bodoh). Maka resiko TURN OVER, atau kata orang militer, kudeta mengancam di depan mata. Benih – benih dualisme kepemimpinan pasti akan ada.
- Meskipun seandainya masalah internal berhasil di redakan. Maka "penyakit penyakit tambahan lainnya dalam organisasi" serupa akan lebih gampang muncul untuk kedua kali dan seterusnya daripada yang pertama kalinya.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Bukankah kata dokter "Mencegah lebih baik daripada Mengobati...?". Jadi mulailah mengidentifikasi masalah internal organisasi anda sebelum semuanya terlambat. MOHON MAAF yang sebesar – besarnya buat para pemimpin negeri ini, terutama yang ada di Kabupaten Pohuwato. Bukan bermaksud untuk mendikte, tapi saling mengingatkan adalah yang terbaik, sekalipun saran itu hanya dari BAWAHAN (kolotidi) seperti kami. Karena bawahan bukan sekedar sapi perah yang dipakai untuk memuluskan setiap niat dan rencana Anda. Tapi lebih dari itu, MITRA KERJA yang akan selalu menyukseskan setiap program kerja Anda.
hmmmmmhmmmmm...
BalasHapusmenarik..!
sambil aku mnyelami !!
good. .Thnaks